Minggu, 08 Februari 2015

Sosok Impianku

Kuingin berlari ke arahmu
Menggapai tanganmu
Mengadu segala kesedihanku
Berbagi cerita bersamamu

Saat aku sadar semua hanya sandiwara
Saat kuterluka karena terbuai dengan kata bahagia
Saat itu pula aku menemukanmu dalam gelapnya kehidupanku
Kau nyalakan cahaya di setiap langkahku

Entah apa yang selalu mendorongku untuk menjadikanmu penyemangatku
Menjadikanmu sosok harapan di tengah kegelisahanku
Selama ini aku hanya berlari tanpa tujuan
Berlari dari segala hal yang sudah membuatku muak

Sekarang aku lelah
Dalam gelapnya malam aku selalu berharap
Mempunyai sosok yang bisa menjadi alasanku untuk berhenti dari pelarian
Sosok yang bisa kujadikan alasanku tetap bertahan

Bahkan jika aku mengelak aku ingin dia menahanku dan memintaku untuk tetap di sana

Sabtu, 07 Februari 2015

Mengagumimu Dalam Diam

Aku tak mengenal waktu untuk terus mengagumimu
Entah sampai kapan aku akan tetap memendam semuanya sendiri

Melihatmu dari kejauhan
Menyapamu dengan doa
Segalanya kulakukan dengan sikap diam

Mulutku selalu berbicara bahwa kau adalah pelampiasanku
Namun aku merasakan sesuatu yang beda
Sesuatu yang selalu membuatku nyaman saat bertemu denganmu
Sesuatu yang mampu menghapus tangisku

Aku masih terlalu takut dengan perasaanku sendiri

Takut jika suatu saat nanti aku mencintaimu
Takut jika nanti aku menyesal
Menyesal karena nggak bisa saling berkenalan denganmu
Dan aku takut jika nanti menangis karena kehilangan sosokmu

Setiap kebahagiaan pasti terselip kesedihan
Setiap hadirnya rasa cinta pasti ada luka

Dan semua itu akan indah pada waktunya

Akan Indah pada Waktunya

Dunia ini memang penuh dengan sandiwara
Saat kau terlalu percaya dengan seseorang
Maka saat itu pula banyak peluang untuk terluka
Skenario Tuhan memang takkan pernah bisa ditebak

Namun Tuhan takkan membiarkan umatNya terlarut dalam kesedihan
Pak Mario bilang..
“Tuhan mendahulukan kepentingan orang yang sakit hati,
Tapi bersabar dan tetap memelihara kebaikan bicaranya”

Percaya akan kekuatan Allah bisa membuat lebih baik
Semua pasti akan indah pada waktunya
Karena setelah hujan turun selalu hadir warna indah pelangi
Meski semua itu takkan bisa diduga


Tapi waktu adalah salah satu obat atas segala luka

Kamis, 05 Februari 2015

Benciku Adalah Benih Rasa Cintaku

Segalanya bermula dari rasa benci
Aku yang selalu memaksa ingin terus mencari kesalahanmu
Melihatmu bersalah mampu menciptakan kepuasan tersendiri untukku
Membencimu adalah prioritas utamaku

Sayangnya sekarang aku justru merasa konyol
Untuk apa aku antusias ingin membencimu

Yang kusadari sekarang, semua jadi berubah 180 derajat
Benci itu sudah tak berlaku
Aku sendiri juga tak bisa membencimu lagi

Kebiasaanku mencari-cari alasan agar kau bersalah justru menjebakku
Benci itu benar-benar jadi gejolak tersendiri untukku saat bertemu denganmu
Tatapan matamu yang dulu kuanggap sinis justru sekarang terlihat lembut
Bahkan senyum yang dulu kubenci sekarang menjadi sesuatu yang kurindukan


Benci ini benar-benar jadi cinta...

Penerang Jalanku

Segalanya bermula dari rasa sakit
Keinginanku yang terlalu kuat untuk meninggalkan seberkas luka
Dan akhirnya dalam perjalanan aku menemukanmu
Cahaya penerang jalan kebahagiaanku

Bertemu denganmu adalah obat atas lukaku
Menatap mata sendumu adalah penyejuk pikiranku
Melihat senyummu adalah ukiran istimewa kehidupanku
Dan mengagumimu adalah apa adanya keinginan hatiku

Seantusias inikah aku saat bertemu denganmu?
Mungkin ini memang bukan cinta
Namun hanya sekedar rasa kagumku
Entah apa istimewanya mengagumimu dalam diam

Hanya tinggal menghitung bulan di mana kita tidak akan bertemu lagi
Tidak akan ada dirimu lagi yang membuat gejolak di hatiku
Tidak ada yang bisa menarik simpul senyum di bibirku lagi

Dan tidak akan ada lagi sifat baik yang bisa kukagumi darimu, penerang jalanku...

Rabu, 04 Februari 2015

Indahnya Jatuh Cinta

Aku tak bisa menepis gejolak yang selalu muncul tiap kali aku mengingatmu
Aku tak mampu menahan senyum karena terlalu senang saat melihatmu melintas di depanku
Tatapan matamu yang sendu selalu menyuguhkan pemandangan indah tersendiri untukku
Bahkan aku tak mampu menopang tubuhku sendiri saat tatapan kita saling bertemu

Entah apa istimewanya mencintaimu dalam diam
Bahkan aku tak tahu apakah ini cinta atau hanya sekedar kekaguman sesaat
Aku terlalu kikuk untuk sekedar membayangkan bersanding denganmu
Pasir kali sepertiku tak pantas bersanding dengan emas yang bernilai sepertimu

Aku tak tahu bagaimana cara menghentikannya
Semua ini mengalir begitu saja
Perasaan ini tiba-tiba muncul dalam gejolak luar biasa

Sampai kapan dan di manakah unjung dari cerita ini?

Kamis, 29 Januari 2015

Semua Telah Berbeda

Aku sudah lama mengenalmu
Bahkan aku mengerti betul bagaimana sifatmu
Kau yang sangat baik, sabar menghadapi sifat-sifatku, dan selalu menghadirkan kebahagiaan
Kau selalu memberiku semangat saat aku melewati ujian hidup

Sekarang hujan!
Sesuatu yang selalu menjadi topik kita
Sesuatu yang selalu membuat kita merasa tenang
Sesuatu yang selalu kita cari saat semua sudah tak berpihak pada kita

Rintikannya membangkitkan memori ingatanku
Tentangmu, kenangan kita, tawa kita, dan cerita kita
Dulu kita pernah menganggap jika hujan adalah perantara rasa rindu di antara kita
Dan benar, sekarang aku merindukanmu

Ke mana mimpi yang selama ini ingin kita wujudkan sama sama?
Sekarang aku tak pernah memimpikannya lagi
Di mana rasa saling rindu setiap kali menatap hujan?
Bahkan saat ini aku ingin menjadi hujan
Agar aku selalu menjadi menyirami gersangnya hatimu

Suasana dingin ini tak sebanding dengan dinginnya sikapmu sekarang
Begitu saja kau mengabaikan pesan singkatku
Aku rindu getaran di hati yang sering muncul karena kata-kata polosmu

Di mana sekarang aku harus mencari separuh hati yang telah hilang itu?
Aku harus berbuat apa agar semuanya terasa sama saat pertama kali kita bertemu?
Aku ingin kau kembali , tapi aku tak berani mengatakannya

Karena aku tahu semua sudah berbeda..

Sabtu, 03 Januari 2015

Bahagia Itu Sakit

Sekarang boleh aku bersedih? Boleh aku menangis?
Perbedaan itu terlalu menonjol, Tuhan. Semuanya menyerangku dari segala arah hingga aku tak mampu menerimanya. Segalanya berubah begitu cepat. Apa sesingkat ini aku menjalani skenarioMu yang masih membuatku dalam keadaan nyaman sampai pada akhirnya menimbulkan luka di hati? Mengapa ketika aku merasa bahagia lalu saat itu juga kesedihan menyerangku? Benarkan kalau bahagia dan sedih itu selalu sepaket?

Jumat, 02 Januari 2015

Aku Bahagia Melihatmu Bahagia

Setiap kali aku merebahkan badan di atas kasur tidur dan memandang langit-langit kamar, hanya rentetan kejadian bersama manusia aneh itu. Selalu. Aku tidak berusaha menepisnya justru aku membiarkan bayangan itu berputar-putar dalam ingatan. Aku masih ingat betul saat pertama kali kau memboncengku dengan motor Vixion hitammu, kau mengantarku pulang sampai di depan rumahku, aku juga masih ingat kau memboncengku dengan motor Ninja merahmu. Kala itu rintikan gerimis hujan mengiringi deru laju motormu. Saat itu hujan menjadi saksi bisu debar jantung yang kurasakan ketika memelukmu karena kau melaju terlalu kencang dengan alasan keburu deras takut aku sakit.

Kau tau? Sekarang aku menyadari sesuatu. Skenario sebenarnya adalah sejak saat itu aku mulai menyukai hujan. Kau yang menghadirkan kenyamanan setiap kali aku mendengar rintikannya. Aku selalu tenang saat melihat bulir-bulir airnya jatuh mengenai tanah yang basah.

Entah sekarang semuanya jauh berbeda. Malaikat yang selama ini aku banggakan karena dia selalu ada untukku, dia selalu menjagaku, mampu membuatku nyaman saat berada di dekatnya kini terasa jauh meninggalkanku. Kehidupanku terasa kosong tanpa kehadiranmu. Kau telah menemukan bidadarimu, kak. Kau telah bahagia bersamanya. Merpati yang dengan sabar mencari kehidupan setenang mungkin telah kehilangan sosok malaikat yang senantiasa melindunginya. Aku tidak bersedih, justru aku sangat bahagia. Bahagia karena melihatmu bahagia. Bahkan sebelumnya aku sudah berjanji untuk itu. Manusia berjiwa malaikat yang sudah kuanggap sebagai orang paling galau yang pernah kutemui kini mendapatkan kebahagiaannya. Kini kau lebih bisa melihat bahwa di dunia ini bukan hanya untuk numpang hidup. Kita butuh berjuang, dunia ini bukan hanya ada penderitaan tapi juga lebih banyak kebahagiaan. Kau ingat? Kau pernah mengajarkanku tentang ini, makanya aku bisa bicara seperti ini.

Kau pernah memberiku kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama orang yang kucintai, aku mengerti itu. Bukan berarti kau menjauhiku, hanya saja memberi kesempatan untuk membuat cerita. Kini aku akan membalas kebaikanmu itu. Aku tau, di dunia ini butuh yang namanya pengorbanan. Dan aku ikhlas kau menjalin kasih dan membuat sekian banyak cerita bersama orang yang kau cintai.

Selamat berbahagia, Malaikatku. Selamat mendapatkan dunia barumu, dunia yang lebih indah dari yang kau bayangkan. Aku bahagia melihatmu bahagia...