Kamis, 05 Februari 2015

Benciku Adalah Benih Rasa Cintaku

Segalanya bermula dari rasa benci
Aku yang selalu memaksa ingin terus mencari kesalahanmu
Melihatmu bersalah mampu menciptakan kepuasan tersendiri untukku
Membencimu adalah prioritas utamaku

Sayangnya sekarang aku justru merasa konyol
Untuk apa aku antusias ingin membencimu

Yang kusadari sekarang, semua jadi berubah 180 derajat
Benci itu sudah tak berlaku
Aku sendiri juga tak bisa membencimu lagi

Kebiasaanku mencari-cari alasan agar kau bersalah justru menjebakku
Benci itu benar-benar jadi gejolak tersendiri untukku saat bertemu denganmu
Tatapan matamu yang dulu kuanggap sinis justru sekarang terlihat lembut
Bahkan senyum yang dulu kubenci sekarang menjadi sesuatu yang kurindukan


Benci ini benar-benar jadi cinta...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar