Segalanya bermula dari rasa benci
Aku yang selalu memaksa ingin terus mencari kesalahanmu
Melihatmu bersalah mampu menciptakan kepuasan tersendiri
untukku
Membencimu adalah prioritas utamaku
Sayangnya sekarang aku justru merasa konyol
Untuk apa aku antusias ingin membencimu
Yang kusadari sekarang, semua jadi berubah 180 derajat
Benci itu sudah tak berlaku
Aku sendiri juga tak bisa membencimu lagi
Kebiasaanku mencari-cari alasan agar kau bersalah justru
menjebakku
Benci itu benar-benar jadi gejolak tersendiri untukku saat
bertemu denganmu
Tatapan matamu yang dulu kuanggap sinis justru sekarang
terlihat lembut
Bahkan senyum yang dulu kubenci sekarang menjadi sesuatu
yang kurindukan
Benci ini benar-benar jadi cinta...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar