Sekarang
boleh aku bersedih? Boleh aku menangis?
Perbedaan
itu terlalu menonjol, Tuhan. Semuanya menyerangku dari segala arah hingga aku
tak mampu menerimanya. Segalanya berubah begitu cepat. Apa sesingkat ini aku
menjalani skenarioMu yang masih membuatku dalam keadaan nyaman sampai pada
akhirnya menimbulkan luka di hati? Mengapa ketika aku merasa bahagia lalu saat
itu juga kesedihan menyerangku? Benarkan kalau bahagia dan sedih itu selalu
sepaket?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar